Poncokusumo
Poncokusumo adalah nama Desa dan Kecamatan yang saya
tinggali saat ini, yang terletak dibagian timur kabupaten Malang.Sebagian besar
penduduk kabupaten poncokusumo sebagai petani,termasuk ayah saya yang bekerja
sebagai petani apel,Di kecamatan Poncokusumo terdapat 17 desa yang saya tidak
hafal dengan semua nama desa yang terdapat di kecamatan Poncokusumo Hehehe.....
Menurut mbah Wikipedia luas kecamatan poncokusumo
adalah 20.632 hektar dan jumlah penduduk
93.153 jika (laki-laki 49.401 jiwa dan perempuan 49.752 jiwa).Kecamatan ini
berada di ketinggian 1200-1400 Mdpl dan terleta di kaki gunung semeru.
Kecamatan Poncokusumo memiliki struktur tanah yang
relatif baik,cocok untuk pertanian terutama buah-buahan dan sayur sayuran.
HASIL
PRODUK
Apel adalah produk
unggulan pi poncokusumo, karena daerah ini terkenal dengan apelnya. jenis Apel
dari kecamatan ini antara lain (Apel Manalagi, Apel Ana dan Apel Roombeauty).
Selain buah apel juga ada produk lain yang berasal dari apel yaitu (Sari apel Royal
dan Kripik apel).
Belimbing
di daerah ini bentuknya besar dan menyenangkan karena pupuk yang digunakan
adalah 50% pupuk organik dan 50% pupuk kimia. Belimbing dari kecamatan ini
Pemasarananyapun di daerah jawa timur dan sudah sampai di luar pulau jawa.
Kelengkeng Mutiara
adalah merupakan hasil perkebunan dari kecamatan ini, diberi nama klengkeng
mutiara karena bentuknya yang bagus dan segar serta agak lebih besar.
Sayur Mayur
Kecamatan ini sangat kaya akan hasil bumi , antara lain tomat, kubis, cabe,
wortel. Setiap sore selalu ada pengiriman hasil bumi ini ke pasar-pasar induk
yang ada di wilayah Malang dan sekitarnya.
Bunga Krisan
dibudidayakan oleh banyak penduduk di kecamatan ini. Bunga ini terkenal sangat
bagus dan elok. Bunga krisan mempunyai bermacam jenis Kurang lebih ada 100
jenis bunga krisan.
Tusuk Sate
menjadi salah satu home industri, di salah satu desa kecamatan ini. karena
penduduk di salah satu desa di kecamatan ini sudah menjadikan kerajinan tusuk
sate sebagai mata pencaharian. Tusuk sate yang di buat penduduk ada dua macam
yaitu tusuk sate kambing dan tusuk sate ayam. Perbedaanya adalah untuk tusuk
sate kambing besarnya lebih tebal darpada tusuk sate ayam.
TEMPAT
WISATA
Coban Pelangi Jika
pernah mendengar nama Coban Trisula, maka Coban Pelangi merupakan zona wisata
alam andalan di Kecamatan Poncokusumo. Air terjun itu berada di jalur menuju
Gunung Bromo dan Semeru itu, tepatnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
(TNBTS). Obyek wisata Coban Pelangi merupakan zona konservasi alam dibawah
perlindungan Perum Perhutani. Air terjun menakjubkan itu, berjarak ± 10 km dari
Kecamatan Tumpang dan ± 32 km dari Kota Malang. Coban Pelangi berada di kawasan
pegunungan bertopografi terjal dengan kemiringan diatas 45 % dan berada di
ketinggian 1200-1400 Mdpl. AIR terjun Coban Pelangi mengalir dari tebing yang
memiliki ketinggian 110 meter. Jika cuaca sedang baik, pengunjung yang
beruntung bisa menyaksikan ’Pelangi’ yang membiaskan di pucuk-pucuk tebing.
Biasanya, Pelangi muncul pada jam 10 pagi sampai jam 2 siang. Fenomena alam itu
muncul akibat butiran air terjun yang terbawa angin, serupa buliran- buliran
kabut. Dilihat dari besarnya potensi wilayah kec.Poncokusumo, perlu adanya
peningkatan perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk mengembangkan wilayah
ini menjadi wilayah yang pantas dijuluki Agropolitan.
Penggalian yang perlu dilakukan adalah sektor budaya
masyarakat wilayah ini, dengan mengedepankan strategi yang tidak bersinggungan
denga kultur masyarakat Poncokusumo yang majemuk.
Ngadas adalah desa yang masyarakatnya mayoritas
beragama hindu dari kaum sudra, tentu memiliki kekayaan budaya yang beda dengan
pemeluk hindu di Bali yang dari kaum brahmana dan ksatriya.
sekalipun demikian wilayah desa Poncokusumo,
gubuklakah, wringinanom dll masih melakukan ritual adat hindu/leluhurnya
sekalipun secara defakto masyarakat setempat mengaku beragama islam. perlu
adanya pemahaman dikalangan masyarakat diluar pemeluk agama hindu, tentang
pelestarian budaya.



0 komentar
Posting Komentar